Tampilkan postingan dengan label Ustadz Ammi Ahmad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ustadz Ammi Ahmad. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juni 2022


"Saat anak masih kecil, Allah menitipkan rezekinya lewat orangtuanya. Ketika orangtua telah menua, terkadang Allah menitipkan rezekinya melalui anaknya."

Jangan merasa segan dan lelah untuk terus berkhidmat pada orangtuamu. Bisa jadi, Allah menjamin rezeki orangtuamu seiring terjaminnya rezekimu.

✍ Ustadz Ammi Ahmad

Senin, 01 Maret 2021


[Bismillah]

Saat istri melakukan kesalahan, kemudian suami meluapkan kemarahan padanya, bisa jadi suami akan merasa puas dengan hal itu. Tapi yakinlah, kemarahan tersebut sama sekali tidak akan menyelesaikan masalah; bahkan membuat masalah kian runyam dan tak segera terselesaikan.

Senin, 16 November 2020



[Bismillah]

Sejak jaman kenabian dulu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sudah sangat sering mendapatkan perlakuan dan ucapan buruk dari orang-orang kafir. Selama masa dakwah beliau, hinaan, cacian, ejekan, bahkan disakiti secara fisik, ancaman pembunuhan, pengusiran, dilempari kotoran, semuanya, sudah beliau alami.

Apakah ada beliau menyuruh Shahabat:

"Tangkap itu si Fulan yang menyakitiku!"

"Bunuh si Fulan! Penggal lehernya!"

Rabu, 21 Oktober 2020


[Bismillah]

"ELPIJI IJO VS POLIGAMI"

Jika kita berbicara tentang sesuatu, hendaknya secara komprehensif, analitik substantif dan utuh, tidak sepotong-sepotong; agar pembicaraan kita bisa dipertanggungjawabkan.

Ada yang membuat meme:
"Kalau masak masih pakai elpiji ijo, jangan pernah berpikir untuk poligami."

Segera yang lain menyahut:
"Saya kalau masak di rumah masih pake elpiji ijo, emang nggak boleh saya poligami?"

Yang lain lagi berargumen agak fiqih:
"Elpiji ijo bukanlah syarat sah untuk seseorang boleh atau tidak boleh poligami."

--------------------------------------------------

Minggu, 20 September 2020



"Cerdas saja tidak cukup menjadi modal kamu layak bicara banyak tentang agama. Kamu juga harus punya pemahaman yang benar."

๐ŸŒ Cerkiis.blogspot.com

Rabu, 09 Oktober 2019

Minggu, 06 Oktober 2019

Kamis, 26 September 2019

Disana . . .


✍  Disana...

Minggu, 13 Agustus 2017

Eksklusivisme

Eksklusivisme
[ tabshiruna ]

EKSKLUSIVISME

Benarkah Salafiyyin memiliki paham eksklusivisme dan bersifat eksklusif?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Eksklusivisme adalah paham yang mempunyai kecenderungan untuk memisahkan diri dari masyarakat.

Faktanya, alhamdulillah Salafiyyin tidaklah seperti itu, sama sekali tidak eksklusif. Dimana-mana, di berbagai tempat, moment, dan kesempatan, kita bisa melihat bagaimana Salafiyyin juga membaur bersama masyarakat, bekerja sama, bergotong-royong, mencapai tujuan dan kemaslahatan bersama.

Sabtu, 12 Agustus 2017

3 Vonis Tuduhan Tanpa Berdasarkan Bukti

3 Vonis Tuduhan Tanpa Berdasarkan Bukti
[ tabshiruna ]

Radikalisme. Eksklusivisme. Intoleran.

Itulah 3 vonis yang disematkan sebagian pihak terhadap para pemegang Manhaj Salaf (Salafiyyin). Tapi, apakah vonis tersebut benar? Sekedar memvonis, siapa saja bisa melakukan. Namun, benar tidaknya, harus dibuktikan secara ilmiah dan faktual.

Apa itu radikalisme?

Selasa, 23 Mei 2017

Saudaraku... Berhati-hatilah Dalam Mempelajari Ilmu

Saudaraku... Berhati-hatilah Dalam Mempelajari Ilmu
[ wa'izhuna ]

Saudaraku.....
Benar-benar jagalah dirimu dari ideologi takfir yang serampangan. Jangan sampai dalam hidup yang cuma sekali-kalinya ini engkau terjebak dalam doktrin pengkafiran yang sembrono terhadap saudaramu sesama muslim.

Tidakkah engkau takut dengan ancaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa barangsiapa yang memvonis saudaranya dengan kekafiran, maka jika vonis itu tidak benar, akan kembali pada pihak yang memvonisnya.

Rabu, 05 April 2017

Usia 60 Tahun Tak Membuatnya Malas Untuk Belajar


Beliau ini, usianya sudah 60 tahun lebih. Domisili di daerah Rungkut, bisa sampai 30 menit perjalanan menuju BLC di wilayah Ngagel.

Memasuki periode ke-3 masa PBM BLC Surabaya, beliau mendaftar belajar Tahsin. Beliau terlihat sangat semangat dan tekun selama belajar. Padahal usianya telah memasuki senja; dan belajarnya benar-benar dari nol putul. Masih belajar mengenali huruf dengan buku Iqra' jilid 1.