Tampilkan postingan dengan label ADAB & AKHLAQ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ADAB & AKHLAQ. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Agustus 2022

Mintalah Kepada Allah Sampai Perkara Remeh Sekalipun


Berdoalah kepada Allah, meminta segala sesuatu, dari perkara besar sampai perkara kecil-kecil. Allah Ta’ala berfirman:

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60).

Dalam sebuah hadits qudsi, Allah Ta’ala berfirman:

يا عبادي ! كلكم جائعٌ إلا من أطعمتُه . فاستطعموني أُطعمكم . يا عبادي ! كلكم عارٍ إلا من كسوتُه . فاستكسوني أكْسُكُم

“Wahai hamba-Ku, kalian semua kelaparan, kecuali orang yang aku berikan makan. Maka mintalah makan kepadaku, niscaya aku akan berikan. Wahai hamba-Ku, kalian semua tidak berpakaian, kecuali yang aku berikan pakaian, Maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya akan aku berikan” (HR. Muslim no. 2577).

Sabtu, 19 September 2020

Bolehnya Singkatan “SAW” atau “Aslkm wr wb”, dan Sejenisnya (Fatwa Syaikh Al-Albani rahimahullah)


Tentunya semua orang akan sepakat bahwa yang terbaik adalah tidak menyingkat lafal-lafal doa, akan tetapi menuliskannya dengan sempurna. Sholawat kepada Nabi hendaknya ditulis lengkap “Shallallahu ‘alaihi wa sallam”, demikian juga memberi salam hendaknya ditulis dengan lengkap “Assalaamu’alaikum warahmatullaaahi wa barokaatuhu”.

Akan tetapi yang menimbulkan pernyataan, kita banyak mendapati kaum muslimin yang menyingkat-nyingkat doa-doa tersebut, tentunya sama sekali bukan dalam rangka meremehkan doa-doa tersebut, namun kemungkinan terbesar adalah demi menyingkat waktu dalam penulisan.

Hukum Menyingkat Tulisan Shalawat Nabi


Menyingkat Shalawat Nabi dengan SAW atau صلعم

Pertanyaan :
Salam. Sering kita jumpai beberapa artikel menyingkat tulisan shalawat, misalnya: Allah mengutus Rasul-Nya SAW sebagai rahmatan bagi alam. Kadang dalam tulisan Arab, disingkat: صلعم, atau huruf shad saja. Nah, shalawat yang disingkat itu, apakah bisa disebut shalawat? Dan bagaimana hukumnya? Trim’s

Rabu, 09 September 2020

Adab Islam Ketika Menguap


Agama Islam mengajarkan manusia akhlak-akhlak yang mulia dan melarang manusia dari akhlak-akhlak yang tercela. Diantara akhlak mulia dalam Islam adalah Islam mengajarkan adab ketika menguap.

Yang hendaknya dilakukan ketika menguap

Diantara adab yang diajarkan Islam ketika menguap adalah berusaha menahannya sebisa mungkin. Tidak membiarkan mulutnya ternganga dan terbuka ketika menguap. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ ، وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ ، فَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَحَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يُشَمِّتَهُ ، وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنْ الشَّيْطَانِ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِذَا قَالَ : هَا ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ

“sesungguhnya Allah menyukai bersin, dan tidak menyukai tasa’ub (menguap). Jika seseorang bersin maka ucapkanlah hamdalah, dan merupakan hak baginya terhadap setiap muslim yang mendengarnya untuk ber-tasymit. Adapun menguap, itu dari setan. Maka hendaknya ia menahannya sebisa mungkin. Jika ia menguap sampai mengeluarkan suara “hah” maka setan pun tertawa” (HR. Bukhari no. 6223, Muslim no. 2994).

Kamis, 27 Agustus 2020

Diantara adab terhadap orang tua: tahammul al adza

 

Salah satu akhlak yang harus dimiliki oleh para anak adalah تحمل الاذى من الوالدين /tahammul al adza minal walidain/, yaitu bersabar menahan gangguan dari orang tua.

Andaikan orang tua...
* Memarahimu
* Mengomelimu
* Menghukummu
* Mencaci maki dirimu
* Merendahkanmu
* Membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain
* Melakukan kezaliman kepadamu

Maka diam, tahan dan bersabarlah.

* jangan membantahnya
* jangan mendebatnya
* jangan membalasnya dengan keburukan
* jangan membalasnya dengan kemarahan juga
* jangan pergi berpaling

Tapi diam, tahan dan bersabarlah.

Rabu, 12 Agustus 2020

Yang Perlu Diperhatikan Terkait Dakwah Melalui Media Sosial


Yang Perlu Diperhatikan Terkait Dakwah Melalui Media Sosial

Ada yang perlu diperhatikan terkait dakwah lewat media sosial ini ya, di antaranya:
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
1. Niat, ini penting, bahkan lebih penting dari amal saleh itu sendiri. Maka, hendaknya dilakukan dengan ikhlas, ber-mujahadah (bersungguh-sungguh) melawan niat riya’, pamer, ingin dipuji, atau dapat like banyak dan lain-lain. Mengapa harus ber-mujahadah? Karena mengikhlaskan niat itu tidak mudah.

Kamis, 26 Desember 2019


BEDA SANG PENASEHAT DAN PENCELA

Asy-Syaikh Walîd bin Râsyid as-Su'aidan -hafidzohullah- berkata :

أخي تأملت في التفريق بين الناصح والفاضح فوجدت فروقا كثيرة أبرزها ما يلي:-

Wahai kawan.. Renungi baik - baik perbeda'an antara penasehat dan pencela tentu akan kau dapati betapa banyak perbedaannya, akan tetapi yang paling tampak adalah sebagai berikut


1 - الناصح يضيق صدره بسماع الخطأ عنك.. والفاضح يستلذ ويفرح..

Penasehat akan merasa sempit dadanya ketika mendengar kesalahanmu adapun pencela dia merasa nikmat dan gembira.


2 - الناصح يناصحك فيما بينك وبينه والفاضح ينشر الخطأ ويبرز النقد على أكبر نطاق ممكن

Penasehat itu dia akan menasehatimu empat mata adapun pencela dia akan menyebarkan kesalahan dan memunculkan kritikan seluas - luasnya.


3 - الناصح يبحث لك عن المعاذير ويحمل الخطأ على مائة عذر والفاضح يغلق عنك باب الأعذار ولا يرضى لأحد أن يعتذر عنك...

Penasehat itu akan memberimu berbagai macam udzur dan memberi satu kesalahan dengan seratus udzur adapun pencela dia akan menutup pintu udzur dan dia tidak akan rela seorangpun memberi udzur.


4 - الناصح يغفر قليل زلتك في كثير صوابك والفاضح يخفي كثير صوابك في قليل خطأك...

Penasehat itu dia akan menutupi sedikit salahmu dengan besarnya benarmu adapun pencela akan menyembunyikan banyaknya benarmu dengan sedikit salahmu.


5 - الناصح يتثبت من ثبوت الخطأ ولا يقبل فيك خبر المرجفين .والفاضح يذيع الخطأ من أول وهلة بل يحرص على عدم التثبت حتى لا تنطفأ فرحته بكونه كذبا..

Penasehat itu akan meneliti kembali kesalahan itu dan tidak menerima kabar tentangmu dari para penyebar dusta, adapun pencela dia akan menyebarkan kesalahan itu siang malam bahkan senangnya tidak meneliti kembali beritanya, supaya tidak sirna senang hatinya walaupun nyatanya itu kedustaan.

فكن من الناصحين واحذر كل الحذر أن تكون من الفاضحين..

Jadilah anda sebagai penasehat dan jangan pernah jadi pencela

[Cerkiis.blogspot.com, Penulis / Alih bahasa : Ustadz Nur Hadi]

Sebutir Gula yang Lebih Manis dari Ucapan Terima Kasih ...

Oleh : Syaikhah Sukainah binti Muhammad Nashir ad-Din al-Albaniyah –hafizhahallah–

Ucapan jazakallahu khairan …

Minggu, 27 Oktober 2019


🔥  Salah Satu Sebab Datangnya Sakit / Wabah

🌹  Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tutuplah bejana-bejana dan wadah-wadah air. Karena ada satu malam dalam satu tahun waba’ / penyakit turun di pada malam itu. Tidaklah penyakit itu melewati bejana yang tidak tertutup, atau wadah air yang tidak ada tutupnya melainkan penyakit tersebut akan masuk ke dalamnya.” [HR Muslim]

Kamis, 24 Oktober 2019


🔥  Jangan Jadi Jembatan Jahannam
      (Bila Tak Tahu, Ucapkan Saya Tidak Tahu)

Uqbah bin Muslim rahimahullah berkata,

Aku pernah menemani Ibnu Umar selama 34 bulan, apabila beliau ditanya oleh seseorang (perihal masalah agama), ia lebih banyak menjawab,

“SAYA TIDAK TAHU.”

Beliau pun berkata kepadaku,
“Tahukah engkau apa yang diinginkan oleh mereka? Mereka ingin menjadikan punggung kami sebagai jembatan untuk melintasi Jahannam.”

[ Jamiu Bayanil Ilmi Wa Fadhlih ] [1]

✅ Di antara adab yang diajarkan oleh syariat kepada kita ketika ditanya tentang suatu perkara yang kita tidak mengetahuinya adalah mengucapkan jawaban “Allahu A’lam” (Allah lebih mengetahuinya) ataupun dengan jawaban “Laa Adri (saya tidak tahu)”. Janganlah seseorang itu mencoba-coba untuk menjawab dan menjelaskan tentang perkara yang tidak diketahuinya. Janganlah pula dia merasa enggan dan malu untuk mengakui bahwasanya dia tidak mengetahui jawaban atas perkara yang ditanyakan dengan mengatakan “saya tidak tahu”.

✅ Janganlah dikira bahwasanya orang yang mengatakan tidak tahu itu adalah suatu kehinaan, bahkan sebaliknya ia adalah suatu kemuliaan baginya karena dia telah berkata jujur dan bersikap wara’ (berhati-hati) terutama terhadap yang berkaitan dengan masalah-masalah agama. [2]

[1]. Via Ustadz Boris Tanesia
[2]. Penjelasan seperlunya (berbagai sumber)

🌐 Cerkiis.blogspot.com

Senin, 21 Oktober 2019

Sebuah Hadits Yang Banyak Dilupakan


SEBUAH HADĪTS YANG BANYAK DILUPAKAN

بسم اللّه الرحمن الرحيم
الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ  الأنبياء والْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أجمعين وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، وَبَعْدُ:

Para ma'āsyiral mustami'in para pemirsa yang dimuliakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Rabu, 09 Oktober 2019

Senin, 07 Oktober 2019

Minggu, 06 Oktober 2019

Jumat, 04 Oktober 2019


Nasehat Bagi Yang Mau Menerima Nasehat :

Kamis, 03 Oktober 2019

Hukum Menerima Uang Tanpa Bekerja

Hukum Mengambil Gaji Lembur Tanpa Bekerja, Menerima Upah Tanpa Bekerja Adalah Khianat, Hukum Menerima Uang Tanpa Bekerja

HUKUM MENERIMA UANG TANPA BEKERJA

Oleh : Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin.

Pertanyaan :
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin ditanya : Di sebuah perusahaan masih tersisa anggaran cukup besar yang dibayarkan kepada para pekerjanya dengan alasan bahwa itu intensif lembur resmi. Para karyawan menandatanganinya dan menerimanya secara bergantian setiap tahun, padahal sebenarnya mereka tidak bekerja di luar jam kerja. Bolehkah mengambil uang tersebut?

Rabu, 02 Oktober 2019

Tidak Konsisten Dalam Bertugas


TIDAK KONSISTEN DALAM BERTUGAS

Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Pertanyaan :
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Apa hukum gaji karyawan yang tidak konsisten dalam bertugas dan tidak melaksanakannya dengan sempurna. Apakah gajinya itu haram atau halal?

Selasa, 01 Oktober 2019

Yang Perlu Diperhatikan Terkait Dengan Berdakwah Lewat Media Sosial


Yang perlu diperhatikan terkait dengan berdakwah lewat media sosial ini, di antaranya:
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

Minggu, 29 September 2019