Tampilkan postingan dengan label Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Januari 2021

Keutamaan Orang Yang Tidak Dilalaikan

KEUTAMAAN ORANG YANG TIDAK DILALAIKAN

Oleh Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni

Allâh Azza wa Jalla berfirman:

رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ۙ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ

Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allâh, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Mereka takut pada hari (pembalasan) yang (pada saat itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. [An-Nûr/24:37]

Senin, 18 Januari 2021

Keutamaan Mengucapkan Salam Dengan Lafazh Salam Yang Lengkap


KEUTAMAAN MENGUCAPKAN SALAM DENGAN LAFAZH SALAM YANG LENGKAP

Oleh Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni

عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ. فَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ ثُمَّ جَلَسَ، فَقَالَ النَّبِىُّ  صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : «عَشْرٌ ». ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ. فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ، فَقَالَ: « عِشْرُونَ ». ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ. فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ، فَقَالَ « ثَلاَثُونَ » صحيح رواه أبو داود والترمذي وغيرهما.

Dari ‘Imran bin Hushain Radhiyallahu anhu dia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata: as-Salâmu ‘alaikum (semoga keselamatan dari Allah tercurah untukmu). Lalu Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam membalas salam orang tersebut, kemudian orang tersebut duduk dan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “(Dia mendapatkan) sepuluh kebaikan”. Kemudian datang orang lain kepada Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata: as-Salâmu‘alaikum warahmatullah (semoga keselamatan dan rahmat dari Allah tercurah untukmu). Lalu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membalas salam orang tersebut, kemudian orang tersebut duduk dan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “(Dia mendapatkan) dua puluh kebaikan”. Kemudian datang lagi orang lain kepada Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata: as-Salâmu‘alaikum warahmatullahi wabarakâtuh (semoga keselamatan, rahmat dan keberkahan dari Allah tercurah untukmu). Lalu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membalas salam orang tersebut, kemudian orang tersebut duduk dan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “(Dia mendapatkan) tiga puluh kebaikan”[1].

Selasa, 05 November 2019

Wisata Maksiat; Membuang Waktu; Biaya Dan Tenaga; Namun Berbuah Dosa


WISATA MAKSIAT, MEMBUANG WAKTU, BIAYA DAN TENAGA, NAMUN BERBUAH DOSA

Oleh Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni MA

Hukum asal bepergian ke segala penjuru bumi, termasuk untuk tujuan wisata atau rekreasi adalah mubah (diperbolehkan) dalam Islam, selama tidak melanggar hal-hal yang dilarang dalam syariat Allâh Azza wa Jalla .

Selasa, 22 Oktober 2019

Kembalikan Hatimu Pada Fitrahnya!


KEMBALIKAN HATIMU PADA FITRAHNYA !

Oleh Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni MA

Berbicara tentang hati berarti membicarakan tentang bagian tubuh manusia yang paling penting dan utama, karena baik atau buruknya seluruh anggota badan manusia tergantung dari baik atau buruknya hati.[1] Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik maka akan baik seluruh tubuhnya, dan jika segumpal daging itu buruk maka akan buruk seluruh tubuhnya, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati manusia.[2]

Rabu, 09 Oktober 2019

Mengenal Beberapa Ulama Pembaharu Dalam Islam


MENGENAL BEBERAPA ULAMA PEMBAHARU DALAM ISLAM

Oleh Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA

Dalam sebuah hadits yang shahîh dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا

Sesungguhnya Allâh akan mengutus (menghadirkan) bagi umat ini (umat Islam) orang yang akan memperbaharui (urusan) agama mereka pada setiap akhir seratus tahun [1]

Tinjauan Kritis Terhadap Beberapa Pemikiran Imam Al-Ghazali Rahimahullah Dalam Ihya Ulumiddin


TINJAUAN KRITIS TERHADAP BEBERAPA PEMIKIRAN IMAM AL GHAZALI RAHIMAHULLAH DALAM IHYÂ ULÛMIDDÎN

PENDAHULUAN

Abu Hâmid Muhammad bin Muhammad al-Ghazâli ath-Thûsi asy-Syâfi’i yang lebih dikenal dengan sebutan Imam al-Ghazâli dilahirkan di kota Thûs pada tahun 450 H (1058 M) dan meninggal di Thûs pada tahun 505 H (1111 M). Dikenal di dunia Barat pada abad pertengahan dengan Algazel.

Mengkritisi Keabsahan Hadits-Hadits Kitab Ihyâ’ Ulûmiddîn



MENGKRITISI KEABSAHAN HADITS-HADITS KITAB IHYA ULUMIDDIN

Oleh Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA

Kiranya tidak berlebihan kalau kita mengatakan bahwa kitab Ihyâ’ Ulûmiddîn adalah termasuk kitab berbahasa Arab yang paling populer di kalangan kaum Muslimin di Indonesia, bahkan mungkin di seluruh dunia.

Beberapa Contoh Hadits Palsu Dan Lemah Dalam Kitab Ihyâ’ Ulûmiddîn


Beberapa Contoh Hadits Palsu Dan Lemah Dalam Kitab Ihyâ’ Ulûmiddîn

CATATAN UNTUK KITAB IHYA’ ULUMIDDIN

Ihya’ Ulûmiddîn, sebuah nama kitab yang sangat tenar di tengah kaum Muslimin, bukan hanya di Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Ditilik dari makna harfiyah Ihya’ Ulûmiddîn, kita dapati sebuah makna yang sangat agung. Betapa tidak, Ihya’ Ulûmiddîn yang disematkan oleh penyusun kitab ini sebagai judul karya tulisnya itu bermakna menghidupkan ilmu-ilmu agama. Keagungan makna ini tidak diingkari oleh siapapun yang memiliki iman dalam hatinya. Karena, dengan ilmu-ilmu agama yang diaplikasikan dalam kehidupan nyata, seseorang akan bisa selamat dari siksa dan murka Allâh Azza wa Jalla serta bisa masuk ke surga-Nya yang penuh kenikmatan abadi.

Senin, 07 Oktober 2019

Berbuat Kerusakan Di Muka Bumi


BERBUAT KERUSAKAN DI MUKA BUMI

Oleh Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni MA

Kebanyakan manusia yang hidup di zaman sekarang ini, hanya menjadikan perkara-perkara lahir yang kasat mata sebagai barometer dalam menilai berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar mereka. Ini merupakan efek dari dominasi hawa nafsu dan cinta dunia dalam diri mereka.