Tampilkan postingan dengan label Ustadz Abu Yahya Badru Salam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ustadz Abu Yahya Badru Salam. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Oktober 2020


Pemimpin adalah cerminan rakyatnya

 
Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:

وتأمل حكمته تعالى في أن جعل ملوك العباد وأمراءهم وولاتهم من جنس أعمالهم، بل كأن أعمالهم ظهرت في صور ولاتهم وملوكهم : فإن استقاموا استقامت ملوكهم، وإن عدلوا عدلت عليهم، وإن جاروا جارت ملوكهم وولاتهم، وإن ظهر فيهم المكر والخديعة فولاتهم كذلك، وإن منعوا حقوق الله لديهم وبخلوا بها منعت ملوكهم وولاتهم ما لهم عندهم من الحق وبخلوا بها عليهم، وإن أخذوا ممن يستضعفونه ما لا يستحقونه في معاملتهم أخذت منهم الملوك ما لا يستحقونه وضربت عليهم المكوس والوظائف، وكلما يستخرجونه من الضعيف يستخرجه الملوك منهم بالقوة، فعمّالهم ظهرت في صور أعمالهم . وليس في الحكمة الإلهية أن يولى على الأشرار الفجار إلا من يكون من جنسهم . 

"Perhatikanlah hikmah Allah Ta'ala dalam menjadikan para raja, dan pemimpin negara sesuai dengan perbuatan mereka. Bahkan perbuatan mereka itu tercermin pada prilaku pemimpin dan raja mereka.

Kamis, 06 Agustus 2020

Lelah Yang Mana


Lelah Yang Mana...
 
Ibnu Qayyim rahimahullah berkata..

Lelahkanlah badan untuk kenikmatan ruh.. Jangan kamu lelahkan ruh untuk kenikmatan badan.. Karena kenikmatan dan kelelahan ruh lebih berat.. Dari kenikmatan dan kelelahan badan.. [ Al Fawaid hal 169 ]

Rabu, 05 Agustus 2020

Ikut imam itu begini (sujud)


Ikut imam itu begini...

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ الْخَطْمِيِّ الأَنْصَارِيِّ رضي الله عنه قَالَ : حَدَّثَنِي الْبَرَاءُ - وَهُوَ غَيْرُ كَذُوبٍ - قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إذَا قَالَ : سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ : لَمْ يَحْنِ أَحَدٌ مِنَّا ظَهْرَهُ حَتَّى يَقَعَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم سَاجِدًا , ثُمَّ نَقَعُ سُجُودًا بَعْدَهُ .

Dari Abdullah bin Zaid Al Khothmi al anshoriy berkata.. bercerita kepadaku Al Baroo dan ia bukan seorang pendusta..

Adalah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam..
apabila telah mengucapkan sami'allahu liman hamidah.. tidak ada seorang pun dari kami yang membungkukan punggungnya.. sampai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sujud.. lalu kamipun turun untuk sujud.. [HR Bukhari]

Kisah Sepotong Roti..


Kisah Sepotong Roti..
  
Dahulu..
ada seorang lelaki yang beribadah selama 60 tahun lamanya..

lalu ia terfitnah oleh seorang wanita..
dan berzina dengannya selama enam hari..

Lalu ia sadar dan bertaubat..

ia pun pergi meninggalkan tempat ibadahnya..
Lalu ia singgah di sebuah masjid..
dan tinggal di sana selama tiga hari tak ada makanan..

"Suatu Ketika, Ada Orang Yang Memberinya Roti.."

Ketika ia hendak memakannya..
ia melihat dua orang yang amat membutuhkan..
ia pun memotong roti..
dan memberikannya kepada keduanya..

Kaidah dalam sifat Allah...


Kaidah dalam sifat Allah...
Ada sebuah kaidah yang perlu kita cermati dalam sifat sifat Allah. yaitu :

"Bahwa pembicaraan sebagian sifat adalah cabang dari sifat lainnya.."

Maksudnya, tidak ada bedanya antara sifat satu dengan sifat lainnya. semua wajib diimani sesuai dengan keagungan Allah..

Pertanyaan Pedih..


Pertanyaan Pedih..
  
Ustadz, boleh minta nasehatnya sedikit?
 
Begini, kakak saya mengadu pada saya, suaminya kan aktif sekali di medsos. Setiap pagi bangun tidur yang dipegang hp duluan, buka twitter atau fb. Sebelum sholat shubuh dan sesudahnya, juga liat hp, bahkan kadang dzikir paginya terlewat. Jika ditegur, alasannya berdakwah. Semua-semua dikomentari & ditanggapi. Nanti ditempat kerja juga demikian, sampai sore dan malam menjelang tidur. Kakak saya liat yang difollow pun banyak akhowat.
 
"Bagaimana sebaiknya sikap kakak saya terhadap suaminya ini?"

Nasib Umat Akhir Zaman...


Nasib Umat Akhir Zaman...

عن عبد الله بن عمرو قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
«إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِيٌّ قَبْلِي إِلا كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ، وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ، وَإِنَّ أُمَّتَكُمْ هَذِهِ جُعِلَ عَافِيَتُهَا فِي أَوَّلِهَا، وَسَيُصِيبُ آخِرَهَا بَلاءٌ، وَأُمُورٌ تُنْكِرُونَهَا، وَتَجِيءُ فِتْنَةٌ فَيُرَقِّقُ بَعْضُهَا بَعْضًا، وَتَجِيءُ الْفِتْنَةُ فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ: هَذِهِ مُهْلِكَتِي، ثُمَّ تَنْكَشِفُ وَتَجِيءُ الْفِتْنَةُ، فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ: هَذِهِ هَذِهِ، فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُزَحْزَحَ عَنِ النَّارِ، وَيُدْخَلَ الْجَنَّةَ، فَلْتَأْتِهِ مَنِيَّتُهُ وَهُوَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَلْيَأْتِ إِلَى النَّاسِ الَّذِي يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى إِلَيْ

Sesungguhnya tidak ada seorangpun Nabi sebelumku kecuali telah menunjukkan umatnya kepada semua kebaikan yang ia ketahui untuk mereka dan memperingatkan semua keburukan yang ia ketahui untuk mereka dan sesungguhnya umat ini dijadikan keselamatannya di generasi awalnya dan kelak generasi akhirnya akan ditimpa bala dan perkara yang kalian ingkari. kemudian datanglah fitnah yang menjadikan fitnah sebelumnya terasa ringan dibandingkan fitnah setelahnya.. datang fitnah. maka mukmin berkata : "Ini yang akan membinasakan (agamaku)". lalu fitnah itu pergi. kemudian datang lagi fitnah yang lain. Mukmin kembali berkata, 
"Ini yang membinasakan (agamaku)". Barang siapa yang ingin yang ingin diselamatkan dari api Neraka. dan dimasukkan ke dalam Surga hendaklah kematian mendatanginya dalam keadaan ia beriman kepada Allah dan hari akherat dan hendaklah ia bergaul dengan manusia sebagaimana ia suka untuk diperlakukan dengannya.. [ HR Muslim no 4191. ]

Selasa, 04 Agustus 2020

Nasib Umat Akhir Zaman...


Nasib Umat Akhir Zaman...

عن عبد الله بن عمرو قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
«إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِيٌّ قَبْلِي إِلا كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ، وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ، وَإِنَّ أُمَّتَكُمْ هَذِهِ جُعِلَ عَافِيَتُهَا فِي أَوَّلِهَا، وَسَيُصِيبُ آخِرَهَا بَلاءٌ، وَأُمُورٌ تُنْكِرُونَهَا، وَتَجِيءُ فِتْنَةٌ فَيُرَقِّقُ بَعْضُهَا بَعْضًا، وَتَجِيءُ الْفِتْنَةُ فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ: هَذِهِ مُهْلِكَتِي، ثُمَّ تَنْكَشِفُ وَتَجِيءُ الْفِتْنَةُ، فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ: هَذِهِ هَذِهِ، فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُزَحْزَحَ عَنِ النَّارِ، وَيُدْخَلَ الْجَنَّةَ، فَلْتَأْتِهِ مَنِيَّتُهُ وَهُوَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَلْيَأْتِ إِلَى النَّاسِ الَّذِي يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى إِلَيْ
Sesungguhnya tidak ada seorangpun Nabi sebelumku..

kecuali telah menunjukkan umatnya kepada semua kebaikan yang ia ketahui untuk mereka..

dan memperingatkan semua keburukan yang ia ketahui untuk mereka..

dan sesungguhnya umat ini dijadikan keselamatannya di generasi awalnya..

dan kelak generasi akhirnya akan ditimpa bala dan perkara yang kalian ingkari..

kemudian datanglah fitnah..

yang menjadikan fitnah sebelumnya terasa ringan dibandingkan fitnah setelahnya.. datang fitnah..

Sendiri Di Belakang Shaff


Sendiri Di Belakang Shaff.
 
Di sebagian masjid, terkadang kita lihat ada orang sholat sendiri di belakang shaff ...

"Padahal shaff di depannya masih kosong" ...

Padahal disebutkan dalam hadits wabishoh bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam melihat seorang lelaki sholat di belakang shaff sendirian. maka beliau menyruhnya untuk mengulangi sholatnya. [HR Abu Dawud dan Tirmidzi.]

Jogja Memang Istimewa, Ada yang Mau Mengungkapkanya Lagi....?


Jogja Memang Istimewa, Ada yang Mau Mengungkapkanya Lagi....?
 
Jogja...
Jogja..
kota yang menyimpan banyak kenangan ...
tentang hiruk pikuknya ...
tentang dakwahnya ...
tentang penuntut ilmu dan ustadznya ...
tentang.. dan tentang banyak lainnya ...
 
Beberapa waktu lalu ...
kusempatkan mengunjungi kota jogja ...
menjawab undangan teman teman di sana ...
senang bisa bersua kembali ...

Kapankah Dosa Kecil Menjadi Dosa Besar?


Kapankah Dosa Kecil Menjadi Dosa Besar?
 
Dosa Kecil Menjadi Dosa Besar Pada Lima Keadaan Berikut ini :

1. Terus Menerus.

melakukan dosa kecil secara terus menerus menjadikannya besar.

Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. Dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak terus menerus melakukan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali ‘Imraan [3]: 135).

Mengambil ibrah Dibalik Akhir Kehidupan Mereka (Ulama)


Mengambil ibrah Dibalik Akhir Kehidupan Mereka (Ulama)

Dakwah Di Jakarta


Dakwah Di Jakarta
 
Jakarta bagaikan indonesia kecil..
Terkumpul padanya semua suku..
Dari jawa, sumatera, kalimantan, sulawesi, maluku, papua dan lainnya..
Dengan karakter dan sifat yang berbeda..
Betapa bagusnya bila ustadz ustadz dari daerah datang sesekali ke ibukota..
Agar yang dari riau mendapat sentuhan dari da'inya..
Dari kalimantan mendapat siraman rohani dari suku bangsanya..
Demikian seterusnya..
Karena putera daerah tentu lebih faham karakter bangsanya sendiri..

Jumat, 04 Oktober 2019

Shahihkah Menutup Bacaan Al Qur’an Dengan Doa Kafaratul Majlis ?


Shahihkah Menutup Bacaan Al Qur’an Dengan Doa Kafaratul Majlis?

Soal :
Ustadz, tersebar di media sosial bahwa dzikir setelah membaca Al Qur’an itu adalah doa kafarat majelis yaitu subhanakallahumma wabihamdika asyhadu an laa ilaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika. Apakah benar demikian? Terima kasih atas jawabannya.

Sabtu, 10 Agustus 2019

Apakah Ushul dan Fikih Bisa Mengikuti Perkembangan Zaman


Pertanyaan :
Assalamu'alaikum, ustadz saya ingin bertanya :
Pertama, apakah ushul fikih bisa berkembang mennyesuaikan dengan keadaan zaman?,
Kedua, apakah mengikuti fatwa ulama termasuk taqlid? Jazakallahu khoir

Selasa, 19 Desember 2017

Kisah Ibnu Taimiyah Dan Pencaci Nabi

Kisah Ibnu Taimiyah Dan Pencaci Nabi

Tepatnya di tahun 693H, waktu itu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berusia 32 tahun. Terjadi kisah ‘Assaf seorang Nashrani.

Al Imam Ibnu Katsir bercerita:

كان هذا الرجل من أهل السويداء قد شهد عليه جماعة أنه سب النبي صلى الله عليه وسلم ، وقد استجار عساف هذا بابن أحمد بن حجي أمير آل علي ، فاجتمع الشيخ تقي الدين ابن تيمية ، والشيخ زين الدين الفارقي شيخ دار الحديث ، فدخلا على الأمير عز الدين أيبك الحموي نائب السلطنة

“‘Assaf ini seorang penduduk Suwaida. Banyak orang yang menyaksikan ia mencaci Nabi shallalllahu’alaihi wasallam. Lalu si ‘Assaf minta perlindungan kepada Ibnu Ahmad bin Haji, pimpinan kabilah Alu Ali. Maka Syaikh Taqiyyuddin Ibnu Taimiyah bertemu dengan Syaikh Zainuddin Al Fariqi pimpinan Darul Hadits. Keduanya masuk kepada Al Amir ‘Izzuddin Aibak Al Hamawi, wakil Sulthon”.

Jumat, 16 Juni 2017

Hakekat I'tikaf Serta Syarat Masjid Untuk I'tikaf

Hakekat I'tikaf

Hakekat I'tikaf

Di zaman ini, banyak orang yang beri'tikaf hanya sebatas tinggal di masjid. Sedikit beribadah. Asyik dengan hp dan ngobrol dengan kawan. Padahal bukan demikian i'tikaf Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Dahulu Nabi shallallahu alaihi wasallam menyuruh untuk dibuatkan kemah di masjid untuk tempat i'tikaf beliau. Di sanalah beliau menyendiri beribadah kepada Allah dan tidak bergaul dengan manusia selama 10 hari.

Minggu, 26 Maret 2017

Nasehat Emas Ketika Terjadi Perselisihan


Nasehat Emas ibnu Taimiyah rahimahullah ketika terjadi perselisihan antara ustadz

Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata,

وإذا وقع بين معلم ومعلم أو تلميذ وتلميذ أو معلم وتلميذ خصومة ومشاجرة لم يجز لأحد أن يعين أحدهما حتى يعلم الحق فلا يعاونه بجهل ولا بهوى بل ينظر في الأمر

Apabila antara guru dengan guru atau murid dengan murid atau guru dengan murid terjadi perseteruan dan pertengkaran maka tidak boleh seorangpun membantu salah satunya sampai mengetahui kebenaran. Tidak boleh ia mendukung salah satunya dengan kebodohan dan hawa nafsu, tetapi hendaklah ia periksa masalahnya;

Tahdzir ??


Apa Itu Tahdzir ??

Tahdzir itu artinya mewanti-wanti agar menjauhi seseorang. Tahdzir itu boleh jika memang orang yang ditahdzir berhak ditahdzir dan mashlahatnya lebih besar dari mudlarat tahdzir. Apabila mudlaratnya lebih besar maka tidak boleh.

Di zaman dahulu para ulama menggunakan tahdzir juga untuk membela agama. Seperti Imam Asy Syafii, Ad Darimi mentahdzir Bisyir Al Marisi. Bahkan imam Ad Darimi menulis buku: Bantahan Utsman bin Sa'id Ad Darimi terhadap Bisyir Al Marisi yang sesat.

Imam Ahmad mentahdzir Seorang ulama yang bernama Husain Al Karobisi karena ia mengatakan: lafdzi bil qur'an makhluk. Juga mentahdzir Amru bin Ubaid karena keyakinan qodariyahnya, padahal Amru bin Ubaid ini ahli ibadah yang hebat.