Keutamaan Shalat Shubuh (Munafik Orang Yang Melalaikannya)
Jum'at, 05 Ramadhan 1437 H / 10 Juni 2016 M / 03:02 WIB
ุจِุณْููููููููููููููููููููููู
ِ ุงَِّููู
● Keutamaan Shalat Shubuh (Munafik Orang Yang Melalaikannya)
Maksud Jaminan Allah Pada Shalat Subuh.
Jika kita perhatikan kondisi masjid-masjid, akan terasa sepi di waktu Shubuh. Lihat saja berapa banyak di antara teman-teman atau tetangga-tetangga kita yang sering meninggalkan shalat Shubuh. Ada yang sangat keterlaluan sampai-sampai merangkapnya dengan shalat Dhuha karena dilakukan setelah matahari meninggi. Padahal shalat shubuh adalah shalat yang amat utama. Shalat shubuh adalah yang terasa berat bagi orang-orang munafik.
Dari Jundab bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ู
َْู ุตََّูู ุงูุตُّุจْุญَ ََُููู ِูู ุฐِู
َّุฉِ ุงَِّููู َููุงَ َูุทُْูุจََُّููู
ُ ุงَُّููู ู
ِْู ุฐِู
َّุชِِู ุจِุดَْูุกٍ َُููุฏْุฑَُِูู ََُูููุจَُّู ِูู َูุงุฑِ ุฌَََّููู
َ
“Barangsiapa yang shalat subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu, janganlah menyakiti orang yang shalat Shubuh tanpa jalan yang benar. Jika tidak, Allah akan menyiksanya dengan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” [HR. Muslim no. 657]