Tampilkan postingan dengan label Ustad Sofyan Chalid bin idham ruray. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ustad Sofyan Chalid bin idham ruray. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Oktober 2019

Bolehkah Mengkritisi Kebijakan / Kinerja Pemerintah ?

๐Ÿ“€   Audio Kajian Singkat

๐Ÿ“Œ   Link Download : https://drive.google.com/file/d/14OXCzDWoEjaF4uGely0yvCIsOtjHUEt_/view?usp=drivesdk

๐Ÿ“š   Bolehkah Mengkritisi Kebijakan / Kinerja Pemerintah ?

๐ŸŒน   Ustadz Sofyan Chalid Ruray

๐ŸŒ   Cerkiis.blogspot.com

_ _ _ _ _ _ _

๐ŸŒ  WA Group : 08561456012
๐ŸŒ  Webs : http://cerkiis.blogspot.com
๐ŸŒ  Fb : https://www.facebook.com/cerkiisOfficial/
๐ŸŒ  Youtube : https://www.youtube.com/channel/UC_7jNhODU-Y9_VjTxbaI7qw

๐Ÿ“Š  Yuk ikut serta dalam berpartisipasi membantu program kami agar dakwah ilmu agama dapat tersebar dan meluas dengan donasi melalui,
๐ŸŒˆ  Mandiri Syariah : 7105766337
♻  AN : Yana Caturarifia Hasto
✍  Konfirmasi : 08561456012 / 085775463505 (wajib)

๐ŸŒน  *CERITA KEHIDUPAN ISLAMI*  ๐ŸŒน

Rabu, 04 September 2019

Apa Itu Takfir Muthlaq dan Takfir Mu’ayyan ?


ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

“Dan telah aku tetapkan juga pada prinsip Takfir dan Tafsiq yang dibangun di atas dasar dalil-dalil ancaman, sesungguhnya teks-teks ancaman yang terdapat dalam Al-Qur’an dan As-Sunah serta ucapan-ucapan (muthlaq) para imam dalam takfir, tafsiq dan yang semisalnya tidak mengharuskan adanya pengkafiran terhadap individu tertentu yang melakukan kekafiran tersebut (mu’ayyan), kecuali apabila terpenuhi syarat-syarat dan terangkat penghalang-penghalang (dalam pengkafirannya), tidak ada bedanya dalam perkara prinsip maupun cabang.” [Majmu’ Al-Fatawa, 10/372]

Selasa, 26 Desember 2017

Fatwa-fatwa Ulama Ahlus Sunnah tentang Kelompok-kelompok Islam Kontemporer

Fatwa-fatwa Ulama Ahlus Sunnah tentang Kelompok-kelompok Islam Kontemporer

ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ِ

➡ Fatwa Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alusy Syaikh rahimahullah

“Dari Muhammad bin Ibrahim. Kepada yang Yang Mulia Pangeran Kholid bin Su’ud, pimpinan Dewan Kerajaan yang terhormat. Assalamu ’ alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Selanjutnya :

Kami telah menerima surat Paduka Yang Mulia (No. 36/4/5– d, tertanggal 21/1/1382 H) beserta lampirannya yang berisi permohonan kepada Raja Yang Mulia dari seorang yang bernama Muhammad bin Abdul Hamid Al-Qodiry, Syah Muhammad Nurani, Abdus Salam Al-Qodiry, dan Su’ud Ahmad Dahlawi tentang pengajuan proposal bantuan untuk kegiatan perkumpulan mereka yang mereka namakan “Kulliyatud Da’wah wat Tabligh Al-Islamiyyah (Jama’ah Tabligh)“, demikian pula beberapa buah kitab kecil yang dilampirkan bersama surat permohonan mereka. Maka kami memaparkan kepada Yang Mulia bahwa perkumpulan ini tidak ada kebaikan di dalamnya karena merupakan organisasi bid’ah dan kesesatan. Dengan membaca kitab-kitab kecil yang dilampirkan bersama surat permohonan mereka, kami mendapati semua kitab-kitab kecil itu mengandung kesesatan, bid’ah, ajakan untuk menyembah kuburan dan kesyirikan. Semua itu merupakan perkara yang tidak bisa didiamkan. Karenanya, kami akan bangkit -insya Allah- untuk membantahnya sehingga bisa tersingkap kesesatannya dan terhalang kebatilannya. Kami memohon kepada Allah agar menolong agama-Nya dan mengangkat Kalimat-Nya. Wassalamu ’ alaikum warahmatullah”. (S-M-405, tertanggal 29/1/1382 H ) [Lihat Al-Qoul Al-Baligh fit Tahdzir min Jama’ah At-Tabligh (hal. 289) karya Asy- Syaikh Hamud At-Tuwaijiry rahimahullah. Dinukil dari artikel Majmu’ Fatwa Al-Ulama fil Jamaa’at Al-Islamiyyah]