Tampilkan postingan dengan label Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 November 2022

Penulisan Al-Qur’an Dan Pengumpulannya


PENULISAN AL-QUR’AN DAN PENGUMPULANYA

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Penulisan dan pengumpulan Al-Qur’an melewati tiga jenjang.

Tahap Pertama.
Zaman Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pada jenjang ini penyandaran pada hafalan lebih banyak daripada penyandaran pada tulisan karena hafalan para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum sangat kuat dan cepat di samping sedikitnya orang yang bisa baca tulis dan sarananya. Oleh karena itu siapa saja dari kalangan mereka yang mendengar satu ayat, dia akan langsung menghafalnya atau menuliskannya dengan sarana seadanya di pelepah kurma, potongan kulit, permukaan batu cadas atau tulang belikat unta. Jumlah para penghapal Al-Qur’an sangat banyak

Selasa, 01 November 2022

Surat-Surat Makkiyah Dan Madaniyah


SURAT-SURAT MAKKIYAH DAN MADANIYAH

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam secara berangsur-angsur selama dua puluh tiga tahun, sebagian besar waktu Rasulullah dihabiskan di Makkah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا

“Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian” [Al-Israa/17 : 106]

Senin, 31 Oktober 2022

Israiliyyat


ISRAILIYYAT

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Israiliyyat adalah : berita-berita yang dinukil dari Bani Israil, kebanyakan dari Yahudi atau dari Nasrani. Ini terbagi menjadi tiga macam

Pertama :
Israiliyyat yang diakui dan dibenarkan oleh Islam, maka hal itu benar.

Minggu, 30 Oktober 2022

Bentuk-Bentuk Ayat Mutasyabih Dalam Al-Qur’an


AL-QUR’AN MUHKAM DAN MUTASYABIH

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

BENTUK-BENTUK AYAT MUTASYABIH DALAM AL-QUR’AN

Mutasyabih yang terdapat dalam Al-Qur’an ada dua macam.

Pertama:
Hakiki, yaitu apa yang tidak dapat diketahui dengan nalar manusia, seperti hakikat sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Walau kita mengetahui makna dari sifat-sifat tersebut, namun kita tidak pernah tahu hakikat dan bentuknya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِهِ عِلْمًا

“Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmuNya” [Thahaa/20 : 110]

Sabtu, 29 Oktober 2022

Al-Qur’an Muhkam Dan Mutasyabih


AL-QUR’AN MUHKAM DAN MUTASYABIH

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Dilihat dari sisi pandang, muhkam dan mutasyabih, Al-Qur’an terbagi dalam tiga bentuk.

Pertama : MUHKAM
Umumnnya merupakan ciri Al-Qur’an secara keseluruhan, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

الر ۚ كِتَابٌ أُحْكِمَتْ آيَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ

“Alif Laam Raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu” [Huud/11 : 1]

Jumat, 28 Oktober 2022

Bolehkah Menafsirkan Al-Qur’an Al-Karim Dengan Teori Ilmiah?


BOLEHKAH MENAFSIRKAN AL-QUR’AN AL-KARIM DENGAN TEORI ILMIAH ?

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan :
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Bolehkah menafsirkan Al-Qur’an Al-Karim dengan teori ilmiah modern ?

Minggu, 23 Oktober 2022

Kilas Kontradiksi Dalam Al-Qur’an


KILAS KONTRADIKSI DALAM AL-QUR’AN

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Kontradiksi dalam Al-Qur’an adalah jika ada dua ayat yang saling bertolak-belakang, yaitu petunjuk ayat yang satu menjadi penghalang bagi petunjuk ayat yang lain, seperti jika ayat yang satu menetapkan akan sesuatu hal sementara ayat yang lain meniadakannya.

Tidak akan mungkin terdapat dalam Al-Qur’an kontradiksi antara dua ayat yang petunjuknya adalah berita, karena hal itu mengharuskan salah satunya adalah dusta dan itu mustahil terjadi pada berita-berita Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ حَدِيثًا

“… Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) daripada Allah” [An-Nisa/4 : 87]

Sabtu, 22 Oktober 2022

Hukum Sesuatu yang Tidak Terdapat Dalam Al-Qur’an


HUKUM SESUATU YANG TIDAK TERDAPAT DALAM AL-QUR’AN

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan :
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Sebagian orang melakukan pembenaran terhadap amalan dan perbuatannya yang jahat, seperti merokok atau yang semcamamnya dengan alasan bahwa hal tersebut tidak terdapat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah di dalamnya, maka bagaimana Syaikh menasehati mereka?

Jumat, 18 September 2020

Bergaul Dengan Penghasut, Pemain Kartu Dan Sejenisnya


BERGAUL DENGAN PENGHASUT, PEMAIN KARTU DAN SEJENISNYA 

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin 

Pertanyaan : 
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Sekelompok orang yang ugal-ugalan dengan kegiatannya seputar menggunjing, menghasut, main kartu dan sejenisnya. Bolehkah bergaul dengan mereka ? Perlu diketahui, bahwa mereka adalah kelompok saya, rata-rata terikat dengan hubungan persaudaraan, garis keturunan, persahabatan dan sebagainya. 

Kamis, 17 September 2020

Kebiasaan Melakukan Onani (Masturbasi)


KEBIASAAN MELAKUKAN ONANI

Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Pertanyaan :
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : "Ada seseorang yang berkata ; Apabila seorang lelaki perjaka melakukan onani, apakah hal itu bisa disebut zina dan apa hukumnya ?"

Selasa, 15 September 2020

Hukum Bertepuk Tangan Dan Bersiul Dalam Pesta


HUKUM BERTEPUK TANGAN DAN BERSIUL DALAM PESTA

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin 

Pertanyaan :
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum bertepuk tangan dan bersiul dalam suatu acara pesta , perayaan atau pertemuan. 

Rabu, 02 Oktober 2019

Jangan Menerima Uang Tambahan (Tips)

Bekerja Di Dua Tempat, Jangan Menerima Uang Tambahan (Tips)

JANGAN MENERIMA UANG TAMBAHAN (TIPS)

Oleh : Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan :
Saya bekerja di suatu perusahaan garansi dengan gaji bulanan yang telah ditentukan. Tapi ketika saya bertugas ke beberapa rumah untuk perawatan (service) sebagian peralatan, para pemiliknya memaksa memberi uang tambahan kepada saya. Saya menolaknya tapi mereka tetap memaksa. Apa yang harus saya lakukan?

Tidak Tegas Dalam Melaksanakan Tugas Terhadap Relasi Pimpinan


TIDAK TEGAS DALAM MELAKSANAKAN TUGAS TERHADAP RELASI PIMPINAN.

Oleh : Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin

Pertanyaan :
Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin ditanya : Adakalanya pimpinan meminta saya agar memberikan kemudahan dalam hal-hal tertentu terhadap sebagian relasi atau kerabatnya. Apakah boleh saya melaksanakan itu? Padahal sebagian hal tersebut merupakan rutinitas yang tidak begitu prinsipil, dan sebagian lainnya cukup prinsipil dan berpengaruh?

Rabu, 11 Juli 2018

Defenisi Al - Ilmu (Ilmu)

Definisi Al - Ilmu (Ilmu)

DEFENISI AL-ILMU (ILMU)

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Secara bahasa, al-ilmu adalah lawan dari al-jahl (kebodohan), yaitu mengetahui sesuatu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dengan pengetahuan yang pasti.

Secara istilah dijelaskan oleh sebagian ulama bahwa ilmu adalah ma’rifah (pengetahuan) sebagai lawan dari al-jahl (ketidaktahuan). Menurut ulama lainnya, ilmu itu lebih jelas dari apa yang diketahui.

Jumat, 06 Juli 2018

Dakwah Tanpa Ilmu Tidak Akan Istiqomah Selamanya


Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan :
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Kita sering menemukan sebagian da’i memiliki perhatian terhadap dakwah ke jalan Allah dan ukhuwah di jalan Allah serta saling mencintai di dalamnya, namun tidak memperhatikan persoalan ilmu dan tafaqquh dalam perkara-perkara Ad-Dien dan aqidah serta dalam menghadiri majlis-majlis ilmu, maka apakah komentar Syaikh terhadap hal ini ?

Mengoleksi Buku Tapi Tidak Membacanya, Kedudukan Dan Keutamaan Ahlul Ilmi

Mengoleksi Buku Tapi Tidak Membacanya, Kedudukan Dan Keutamaan Ahlul Ilmi

MENGOLEKSI BUKU TAPI TIDAK MEMBACANYA, KEDUDUKAN DAN KEUTAMAAN AHLUL ILMI

MENGOLEKSI BUKU TAPI TIDAK MEMBACANYA

Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Pertanyaan :
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Saya seorang laki-laki yang memiliki banyak buku yang bermanfaat, alhamdulillah, termasuk juga buku-buku rujukan (maraji’), tapi saya tidak membacanya kecuali memilih-milih sebagiannya. Apakah saya berdosa karena mengoleksi buku-buku tersebut di rumah, sementara, ada beberapa orang yang meminjam sebagian buku-buku tersebut untuk dimanfaatkan lalu dikembalikan lagi?

Rabu, 04 Juli 2018

Akhlak Penuntut Ilmu : Wajah Berseri-seri Atau Bersikap Ramah

Akhlak Penuntut Ilmu : Wajah Berseri-seri Atau Bersikap Ramah

BERAKHLAK BAIK DAN PENTINGNYA BAGI PENUNTUT ILMU

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah

Dan pada kesempatan ini saya ingin untuk mengingatkan atas suatu masalah yang dilakukan oleh banyak manusia dengan maksud berbuat baik. Yaitu suatu kejadian menimpa seseorang lalu orang lain meninggal disebabkannya. Maka datanglah keluarga terbunuh lalu meminta tebusan (sebagai pengganti hukuman mati) terhadap pelaku, maka apakah perbuatannya itu terpuji dan dianggap sebagai sikap berakhlak baik ? atau apakah dalam masalah ini ada perinciannya ? Ya benar, yang demikian itu ada perinciannya.

Sabtu, 30 Juni 2018

Akhlak Penuntut Ilmu : Ridha Dan Sabar Pada Taqdir Allah

Akhlak Penuntut Ilmu : Ridha Dan Sabar Pada Taqdir Allah

BERAKHLAK BAIK DAN PENTINGNYA BAGI PENUNTUT ILMU

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

ADAPUN PERKARA KETIGA DALAM PEMBAHASAN BERAKHLAK BAIK KEPADA ALLAH ADALAH : RIDHA DAN SABAR PADA TAQDIR-TAQDIR ALLAH

Ridha dan sabar pada taqdir-taqdir Allah, dan kita semua telah mengetahui bahwa taqdir-taqdir Allah yang Allah timpakan kepada mahluk-Nya, sebagiannya sesuai dan sebagiannya tidak disukai.

Apakah sakit disukai manusia ? (tidak sama sekali). Manusia menyukai sehat.

Apakah kefakiran disukai manusia ? Tidak, manusia menyukai menjadi orang kaya.

Apakah bodoh disukai manusia ? tidak, manusia menyukai menjadi seorang yang pandai (alim).

Akhlak Penuntut Ilmu : Menerima Hukum-hukum Allah Dengan Bentuk Mengamalkannya

Akhlak Penuntut Ilmu : Menerima Hukum-hukum Allah Dengan Bentuk Mengamalkannya

BERAKHLAK BAIK DAN PENTINGNYA BAGI PENUNTUT ILMU

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

KEDUA : MENERIMA HUKUM-HUKUM ALLAH DENGAN BENTUK MENGAMALKANNYA

Sesungguhnya berakhlak baik dalam bermuamalah dengan Allah dalam hal yang berkaitan dengan hukum-hukumNya adalah (dengan cara) menerima, mengamalkan dan merealisasikannya, serta tidak menolak sedikitpun hukum-hukum Allah. Jika seseorang mengingkari suatu hukum Allah, maka tindakan ini adalah (termasuk) berakhlak buruk kepada Allah.

Jumat, 22 Juni 2018

Akhlak Penuntut Ilmu : Menerima Berita Dari Allah [Al-Qur’an] Dengan Membenarkannya

Akhlak Penuntut Ilmu : Menerima Berita Dari Allah [Al-Qur’an] Dengan Membenarkannya

BERAKHLAK BAIK DAN PENTINGNYA BAGI PENUNTUT ILMU

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Wahai saudara-saudara sekalian, (pada) kesempatan baik ini saya akan menyampaikan pembicaraan tentang berakhlak baik. Dan akhlak, sebagaimana dikatakan ulama adalah gambaran batin manusia, karena (pada dasarnya) manusia mempunyai dua bentuk, bentuk luar (yaitu fisik) yang Allah ciptakan badan padanya. Dan sebagaimana kita ketahui bersama bahwa bentuk luar ini ada yang diciptakan dalam bentuk yang indah, dan ada yang diciptakan dalam bentuk yang buruk, dan ada yang diciptakan dalam bentuk diantara keduanya. Dan bentuk batin (demikian juga) ada yang baik dan ada yang buruk, serta ada yang diantara keduanya, dan bentuk batin inilah yang dikatakan sebagai akhlak.