Selasa, 07 Februari 2017
Ekspedisi Militer Dzatus-Salasil
BAHASAN : SIRAH NABI,
EKSPEDISI MILITER DZATUS-SALASIL[1]
Oleh Ustadz Sufyan bin Fuad Baswedan, Lc, MA
Hanya selang beberapa hari sepulang dari Mu’tah, Nabi kembali memberangkatkan ekspedisi militer kaum Muslimin yang dipimpin oleh ‘Amru ibnul-Ash ke Dzâtus-Salâsil. Tujuan ekspedisi ini untuk memberi pelajaran kepada Suku Qudha’ah yang terprovokasi, melihat kelemahan kaum Muslimin di Mu’tah. Suku Qudha’ah konon mengumpulkan pasukan untuk menyerbu kota Madinah, hingga mereka dihadang oleh ‘Amru dengan pasukan gabungan dari Muhajirin dan Anshar sebanyak 300 orang.
Perang Mut'ah
BAHASAN : SIRAH NABI
PERANG MU’TAH
Oleh Ustadz Sufyan bin Fuad Baswedan Lc, M.A.
Mu’tah adalah nama sebuah desa di daerah Balqa’ di Syam. Peperangan yang terjadi pada bulan Jumadal Ula tahun 8 H ini disebut pula dengan Ghazwatu Jaisyil Umara’, artinya perang pasukan para pemimpin. Disebut demikian, karena banyaknya jumlah pasukan kaum Muslimin yang kala itu mencapai 3000 personel, dan sengitnya pertempuran melawan pihak kafir.
Menurut Ibnu Ishâq rahimahullah, dalam perang ini Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus pasukan yang dipimpin Zaid bin Hâritsah Radhiyallahu anhu seraya berpesan, “Bila Zaid terbunuh, maka Ja’far bin Abi Thâlib yang menggantikan. Dan bila Ja’far terbunuh, maka Abdullâh bin Rawâhah yang menggantikan”.[1]
Selasa, 31 Januari 2017
Minggu, 29 Januari 2017
Wanita Lebih Banyak dari Laki-Laki
Tanya : Dalam beberapa perbincangan sering dikemukakan bahwa salah satu tanda datangnya hari kiamat adalah banyak kaum wanita dibandingkan kaum laki-laki. Apakah itu memang ada dasarnya atau memang hanya sebuah fenomena demografi kependudukan biasa saja yang lazim terjadi dan tidak ada hubungannya dengan kiamat ?
Jumat, 27 Januari 2017
Mengapa Tidak Semakin Mendekat Kepada Allah?
Mengapa Tidak Semakin Mendekat Kepada Allah?
Oleh Ustadz Ahmas Faiz bin Asifuddin
Ketika bencana terjadi secara beruntun, mengapa banyak manusia semakin merendahkan diri dan semakin mengagungkan para pembesar jin yang diyakini sebagai penguasa laut, gunung-gunung, hutan-hutan atau tempat-tempat tertentu lainnya? Mengapa Allah sebagai Pencipta dan Penguasa alam semesta sesungguhnya, sekaligus sebagai pembuat bencana, justeru ditinggalkan, dilupakan dan diabaikan? Adakah pembesar-pembesar jin itu –meskipun mereka berkoalisi- mampu mengatasi bergolaknya gelombang laut dan mampu mengendalikan lahar-lahar dan awan panas jika Allah, Penguasa alam semesta ini, menghendaki terjadinya?
أَمَّن يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَّعَ اللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ
Atau siapakah yang dapat mengabulkan (do’a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo’a kepadanya, dan yang dapat menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada sesembahan yang benar selainNya? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya). [an Naml/27 : 62].
Senin, 19 Desember 2016
Download Audio Konsultasi Syariah [7]
Kajian ini berisi cuplikan-cuplikan pertanyaan dari jama'ah serta kajian singkat / untaian nasihat. Audio kajian singkat ini disajikan sebagai untaian nasihat yang padat, singkat dan In sya Allah jelas. Silahkan klik pada judul audio di bawah ini untuk dapat mendownload kajiannya.
Jumat, 16 Desember 2016
Download Audio Konsultasi Syariah [6]
Kajian ini berisi cuplikan-cuplikan pertanyaan dari jama'ah serta kajian singkat / untaian nasihat. Audio kajian singkat ini disajikan sebagai untaian nasihat yang padat, singkat dan In sya Allah jelas. Silahkan klik pada judul audio di bawah ini untuk dapat mendownload kajiannya.
Selasa, 13 Desember 2016
Kaidah Penting
1. Nabi tidak lakukan karena belum ada pendorongnya seperti membuat ilmu nahwu, ilmu ushul fiqih, ilmu hadits dsb. Karena disaat itu belum dibutuhkan dan para shahabat semua ahli bahasa arab.
2. Nabi tidak lakukan karena ada penghalangnya seperti mengumpulkan alquran dalam mushaf karena alquran masih terus turun. melakukan sholat taraweh berjamaah setiap malam karena khawatir diwajibkan atas umatnya, dsb.
3. Nabi tinggalkan padahal pendorongnya ada dan penghalangnya tidak ada. Seperti Nabi tidak adzan dan iqomah untuk sholat hari raya padahal itu dibutuhkan dan Nabi mampu melakukannya.
Jumat, 02 Desember 2016
Perhatikan Adab Bertanya
Agama Islam adalah agama yang penuh adab dan akhlak. Salah satu yang diatur adalah adab bertanya kepada guru. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Tidak Terburu-buru Menagih Jawaban
Contoh ketika SMS/WA:
“Ustadz, tolong jelaskan hukum shalat ini beserta dalilnya dan rinciannya, kalau bisa cepat dibalas ustadz, ini sedang membuat bantahan”
Hukum Sumpah untuk Diludahi

Tanya :
Jika ada orang mengatakan, “kalau peserta aksi 212 lebih dari seribu orang, ludahi muka saya”… Apakah berarti jika ternyata jumlah peserta aksi lebih dari 1000 maka kita harus datang untuk meludahi mukanya bareng2…
Jawab :
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du, Terlepas dari kebenaran berita tentang asal-usul ucapan ini, kita akan membahas dari tinjauan Fiqhnya.
Langganan:
Postingan (Atom)



