HAKIKAT MURJI`AH MENURUT AHLUS-SUNNAH , HIZBIYYUN, DAN HARAKIYYUN
Oleh Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas حفظه الله
PENGERTIAN IRJA’ DAN MURJI`AH
Al-Irja` menurut bahasa memiliki beberapa arti, yaitu: harapan, takut, mengakhirkan, dan memberikan harapan.
Al-Irja` dengan makna harapan, seperti pada firman Allah Subhanahu wa ta’ala:
وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَ
Dan kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. (an-Nisaa`/4:104), maknanya, adalah kalian memiliki harapan kepada Allah yang tidak dimiliki oleh mereka.
Al-Irja` dengan makna takut, seperti pada firman-Nya:
مَا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَارًا
Mengapa kamu tidak takut akan kebesaran Allah? (Nuh/71:13), maknanya, adalah mengapa kalian tidak takut terhadap adzab Allah.
Sedangkan al-Irja` dengan makna mengakhirkan, seperti pada firman-Nya:
قَالُوا أَرْجِهْ وَأَخَاهُ
Beri tangguhlah ia dan saudaranya… (al-A’raaf/7: 111).